Alasan Habib Bahar Tidak Bisa Menghadiri Isra mi'raj Kampung Giripawana




BANTEN POS.COM
Habib di kalangan Arab-Indonesia adalah gelar bangsawan Timur Tengah yang merupakan kerabat Nabi Muhammad (Bani Hasyim) dan secara khusus dinisbatkan terhadap keturunan Nabi Muhammad melalui Fatimah az-Zahra (yang berputera Husain dan Hasan) dan Ali bin Abi Thalib. Habib yang datang ke Indonesia mayoritas adalah keturunan Husain bin Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib dan Fatimah binti Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib.
Di lain ada pendapat bahwa pihak Ali bin Abi Thalib juga memiliki keturunan dari isteri-isteri lainnya, tetapi mereka bukan termasuk dzurriyyah atau keturunan Nabi Muhammad, karena bukan dilahirkan dari Rahim Fatima, yang mana anak kandung Nabi Muhammad.
Gelar Habib tersebut terutama ditujukan kepada mereka yang memiliki pengetahuan agama Islam yang mumpuni dari golongan keluarga tersebut. Gelar Habib juga berarti panggilan kesayangan dari cucu kepada kakeknya dari golongan keluarga tersebut. Diperkirakan di Indonesia terdapat sebanyak 1,2 juta orang yang masih hidup yang berhak menyandang sebutan ini. Berdasarkan catatan organisasi yang melakukan pencatatan silsilah para habib ini, Ar-Rabithah,[1] ada sekitar 20 juta orang di seluruh dunia yang dapat menyandang gelar ini (disebut Sayyid) dari 114 marga. Hanya keturunan laki-laki saja yang berhak menyandang gelar habib

Habib Bahar merupakan pendiri dan pemimpin Majelis Pembela Rasulullah sejak tahun 2007.[6] Kantor pusat Majelis Pembela Rasulullah terletak di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Sementara pengikut Habib Bahar mencapai ratusan orang yang berdomisili di Ciputat, Tangerang Selatan; Pesanggrahan, Jakarta Selatan; dan Pondok Aren, Tangerang Selatan.[1] Bersama para anggota Majelis Pembela Rasulullah, Habib Bahar kerap melakukan aksi razia dan penutupan paksa di beberapa tempat hiburan di Jakarta.[6] Aksinya yang paling menonjol adalah ketika dia menggerakan sekitar 150 orang jamaah Majelis Pembela Rasulullah pada bulan Ramadan tahun 2012[7] untuk melakukan razia di Cafe De Most Pesanggrahan, Jakarta Selatan.[8] Hal tersebut dilakukannya karena kafe tersebut diduga sebagai sarang maksiat, dia kemudian menutup paksa Cafe De Most dan meminta agar tempat tersebut ditutup sebulan penuh selama bulan Ramadan.[6]
Selain itu, Habib Bahar juga mendirikan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin yang mengadopsi sistem salaf di daerah Pabuaran, Kemang, Bogor.[9] Dia juga dikenal dekat dengan ormas Islam bentukan Habib Muhammad Rizieq Shihab, Front Pembela Islam.[10] Bahkan, Habib Bahar merupakan tokoh utama penggerak serangkaian Aksi Bela Islam selain Habib Rizieq yang menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama diadili terkait pernyataannya yang dianggap menghina Islam

Belum lama ini Habib bahar di undang untuk berceramah dalam rangka perayaan isra mi’raj Nabi Muhammad SAW Sekaligus menyambut datang nya Bulan suci Ramadhan 1439 H di Kampung Giripawana, Kec Mandalawangi, Pandeglang,  pada tgl 03 Mei 2018, Tapi pada saat itu Habib Bahar berhalangan untuk hadir karena kurang sehat, karena jadwal ceramah beliau sangat padat, Semoga habib bahar senantiasa di lindungi allah swt dan selalu diberikan kesehatan agar bisa hadir kampung giripawana pada waktu yang akan datang, Amin ya robbal alamin...
Dari berbagai sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASANGAN PALING ROMANTIS ABAD INI

Pandangan Politik Boleh Berbeda, Tapi TujuanTetap Sama "Ingin Masuk Syurga"